Jumat, 31 Desember 2010

The Balance Ways Experience

Kali ini penulis mencoba mengilustrasikan metode MAPP to RICH melalui pengalaman sukses seorang pebisnis. Pebisnis ini sukses mengembangkan bisnisnya dengan mempraktikkan MAPP to RICH. Pembahasan tentang MAPP to RICH telah dibahas pada posting sebelumnya, klik disini untuk membaca kembali. Semoga ilustrasi ini dapat memberikan motivasi kepada sobat pembaca sekalian…

Siapa yang tidak kenal cak eko?

Pemilik waralaba restoran Bakso Malang Kota Cak Eko, yang sukses membesarkan bisnis jualan baksonya mulai dari nol. Tidak hanya sukses secara materi, Cak Eko juga sukses membantu kaum dhuafa dalam mengentaskan kemiskinan sebagai komitmen seorang muslim. Kesuksesan ini tidak diraihnya secara instan, melainkan melalui proses yang cukup melelahkan.

Cak Eko mungkin belum mengenal metode MAPP to RICH saat pertama kali merintis bisnis, akan tetapi dalam praktiknya ia telah sukses. Cak Eko memulai maximize action dengan membangun bisnis yang dapat diwaralabakan. Dengan demikian, usahanya dapat berkembang cepat melalui mitra bisnisnya. Terlihat jelas, bahwa Cak Eko tidak setengah-setengah dalam merintis bisnisnya.

Cak Eko merencanakan (planning) konsep waralaba sejak awal mendirikan usaha jualan baksonya, sehingga langkahnya untuk mewujudkan waralaba Bakso Malang Kota Cak Eko terwujud. Bukan berarti tanpa hambatan dalam mewujudkan waralaba tersebut. Dengan perencanaan yang tepat, Cak Eko dapat menentukan kebijakan arah perusahaannya, sehingga perusahaannya berkembang pesat.

Setelah sukses membangun jaringan bisnis waralabanya, Cak Eko menyadari bahwa kesuksesannya tidak terlepas dari kekuasaan Allah SWT. Kesadaran inilah yang diwujudkan dalam bentuk sedekah kepada kaum dhuafa, dimana manfaat sedekah ini semakin menambah kelancaran usaha Cak Eko. Kesadaran ini merupakan implementasi dari metode pro poor.

Yang tidak kalah penting, Cak Eko melakukan semua aktivitasnya dengan keridhoan, keikhlasan dan senantiasa mengikuti suara hati (heart voice). Tiga elemen ini disingkat metode RICH, yang merupakan wujud kesuksesan hakiki cak eko. Sehingga lengkap sudah step by step yang dilalui Cak Eko dalam meraih sukses dengan metode MAPP to RICH. Wallahu’alam

Kamis, 30 Desember 2010

THE BALANCE WAYS

The balance ways merupakan salah satu dari sekian karya anak bangsa di bidang pengembangan sumber daya manusia. M K Sutrisna Suryadilaga sebagai penulis buku tersebut, mengaktualisasikan pengalaman suksesnya melalui buku ini.

The balance ways mengupas step by step meraih kesuksesan dengan metode MAPP to RICH. Metode ini merupakan konsep manajemen yang terbukti melahirkan pribadi-pribadi sukses. Walaupun metode ini baru dipopulerkan, namun sejatinya sudah diterapkan oleh pribadi-pribadi muslim sukses.

MAPP to RICH dijabarkan ke dalam enam langkah yang saling bersinergi. Keenam langkah tersebut meliputi maximize action (memaksimalkan usaha), planning (merencanakan), pro poor (peduli yang tidak mampu), ridha, ichlas, dan heart voice (mendengarkan suara hati).

Sinergi keenam langkah tersebut sebenarnya adalah penjabaran dari ikhtiar dan tawakal. Mengapa demikian? Karena elemen MAPP merupakan unsur ikhtiar yang jika dikelola dengan maksimal akan menghasilkan kesuksesan. Sedangkan RICH merupakan unsur tawakal yang membuat kesuksesan seorang muslim lebih bermakna.

MAPP to RICH sebenarnya bermuara pada hasil perenungan penulis terhadap pengalamannya dalam meraih kesuksesan. Sehingga tidak salah apabila pengalaman tersebut ditularkan agar setiap pribadi muslim menjadi pribadi unggul dan sukses.

Penasaran dengan metode MAPP to RICH?

Mending kontak langsung dengan Kang Sutrisna atau Quality Leadership Management (QLM) center di qlm_00@yahoo.co.id atau adzkar@yahoo.co.id, bisa juga ngintip ke website QLM di alamat http://www.qlmcenter.com

Rabu, 22 Desember 2010

Ummu Hakim ra. dan Ummu Umarah ra.

Ummu Hakim binti Harist ra. adalah istri Ikrima bin Abu Jahal ra. Dia merupakan salah satu tokoh wanita Islam dari sekian banyak tokoh wanita Islam yang berjuang pada masa Rasulullah saw. Dia ikut serta dalam peperangan Uhud, tetapi ketika itu dia berada di pihak kaum kafir Quraisy. Ketika terjadi Futuh Makkah (pembebasan kota Makkah), Ummu Hakin memeluk agama Islam.

Dia sangat mencintai suaminya dan menginginkan agar Ikrima memeluk agama Islam. Tetapi, pengaruh ayahnya, Abu Jahal, sangat kuat sehingga Ikrima tidak mau masuk Islam dan lari ke Yaman. Setelah itu, Ummu Hakim ra. Memohon kepada Rasulullah saw. agar melindungi suaminya.

Ummu Hakim ra. Pun berangkat ke Yaman untuk membujuk suaminya agar masuk Islam. Dia berkata, ”Wahai suamiku, hanya ada satu jalan untuk selamat, yaitu dengan berlindung kepada Rasulullah saw., maka ikutlah dengan saya ke Madinah.” Ikrima pun luluh. Dia kembali ke Madinah dan memeluk Islam.

Pada saat Abu Bakar Shiddiq ra. Menjadi khalifah, kaum muslimin bertempur melawan tentara Romawi. Ikrima ra. dan istrinya, Ummu Hakim ra., juga ikut dalam pertempuran itu. Ikrima ra. gugur sebagai syuhada dalam peperangan tersebut.

Setelah suaminya meninggal, Ummu Hakim ra. menikah dengan Khalid bin Sa’id ra. Karena pernikahan itu terjadi saat pertempuran dengan bangsa Romawi masih terjadi, Khalid pun ikut bertempur sehari setelah pernikahan. Lantaran pasukan Romawi datang menyerang ke tempat peristirahatan tentara muslim, pada pertempuran tersebut, Khalid bin Sa’id ra. pun gugur sebagai syuhada.

Ummu Hakim ra. Kemudian menggulung tenda yang telah digunakannya tadi malam untuk beristirahat bersama suaminya. Dia pun mengumpulkan barang-barangnya. Kemudian dia mengambil sebuah patok tenda dan segera maju ke medan peperangan. Ummu Hakim ra., meskipun seorang perempuan, bertempur dengan gagah berani. Dia pun berhasil membunuh tujuh tentara Romawi dengan tangan sendiri.

Keikutsertaan Ummu Hakim ra. dalam peperangan juga dialami oleh Ummu Umarah ra. Pada saat perang Uhud, Ummu Umarah ra. bertugas untuk mengobati pasukan muslim yang terluka. Dia memiliki sebuah kantung kulit berisi air untuk memberi minum mujahid Islam yang kehausan.

Dia juga membawa buntalan kain berisi perban yang diikat di punggungnya. Jika ada pasukan muslim yang terluka, dia akan segera mengeluarkan satu perban dan mengikatnya ke atas luka tersebut.

Ummu Umarah ra., telah banyak menolong pasukan muslim, meskipun dia sendiri harus mendapatkan luka di tubuhnya. Dia bercerita, ”Orang-orang kafir itu bertempur dengan menunggang kuda sedangkan saya hanya berjalan kaki. Seandainya mereka berjalan kaki seperti saya, tentu mereka akan mengetahui siapa sebenarnya kami.

Ketika salah seorang dari mereka datang dengan menunggang kuda untuk menyerang saya, saya hanya bertahan dengan perisai saja, dan merebut pedang yang dia pegang. Ketika dia berbalik, saya langsung menebas kaki kudanya sehingga dia dan kudanya terjatuh. Ketika Rasulullah saw., melihat hal itu maka beliau segera menyeru anak saya untuk membantu. Setelah anak saya datang, kami berdua telah membunuh orang kafir tadi.”

Semangat Ummu Hakim ra. dan Ummu Umara ra. dalam berjuang membela agama Allah sangatlah luar biasa. Dalam keadaan apa pun, mereka bersedia untuk mengorbankan dirinya, sekuat tenaga, semampu apa yang mereka miliki. Semangat tersebut patut kita contoh untuk berjuang melawan orang-orang kafir di zaman modern ini.

sources : www.AnneAhira.com

Penguatan Ekonomi Rakyat dengan Peran Sentral Kaum Perempuan

Dipublikasikan pertama kali via Facebook oleh Nugroho Tejo Mukti pada 17 Desember 2010 jam 15:28

Judulnya memang mencoba untuk mereposisi peran sentral kaum laki-laki, yang sejauh ini masih mendominasi perekonomian Nasional. Juga didedikasikan untuk kaum perempuan, yang pada 22 Desember 2010 memperingati momentum hari ibu. Semoga ulasan dalam tulisan ini bermanfaat...

Memperingati momentum hari ibu, ada semangat yang digaungkan oleh pemerintah melalui kementrian yang membidangi peranan perempuan dalam rangka penguatan peran ekonomi kaum perempuan, khususnya kaum ibu. Semangat ini memberikan angin segar bagi kaum ibu dalam memerankan pelaku perekonomian berbasis kerakyatan. Karena kiprah kaum ibu mulai menunjukkan eksistensinya, seiring prestasi yang mereka capai.

Peran kaum ibu dalam penguatan ekonomi menjadi wacana yang tepat, disaat kaum ibu membutuhkan dukungan penuh dari negara. Hal ini wajar, mengingat kontribusi kaum ibu yang tidak sedikit dalam memajukan ekonomi kerakyatan.

Penguatan ekonomi oleh kaum ibu di lingkup keluarga merupakan solusi. Dimana peran kaum ibu selain sebagai pengelola keuangan rumah tangga, juga dapat diperluas pada upaya untuk mendukung ketahanan finansial keluarga. Salah satunya dengan berwirausaha. Upaya ini menjadi semakin mudah dikarenakan tidak bertentangan dengan nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat. Hanya saja, dalam implementasinya tetap memperhatikan peran utama kaum ibu sebagai wakil kepala rumah tangga.

Di lingkup masyarakat, penguatan ekonomi yang dilakukan kaum ibu bertujuan untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui kerja sama, kaum ibu dapat mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga yang berada pada taraf ekonomi kurang mampu. Realisasi di lapang pun telah banyak menunjukkan hasil.

Yang lebih luas lagi adalah penguatan ekonomi oleh negara kepada kaum ibu. Kegiatan ini diwujudkan dalam program-program kerja pemerintah dalam mendukung pemberdayaan ekonomi kaum ibu.

Apa yang dilakukan pemerintah sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, yang tercantum dalam pasal 33. Perekonomian sebagai salah satu aspek kehidupan bernegara, dimanifestasikan dalam bentuk perekonomian kerakyatan. Nah... di dalamnya ada peran kaum ibu sebagai salah satu pelaku ekonomi kerakyatan.

Dengan demikian, penguatan ekonomi oleh kaum ibu harus dimasukkan dalam visi pembangunan jangka panjang sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945. Karena kaum ibu merupakan potensi terbaik bangsa Indonesia, yang mampu memainkan peran sentral perekonomian Nasional kedepan. Insya Allah

Selamat Hari Ibu, We love you mom...

Writed by admin blOg mAs nUgrOhO Inc.

Selasa, 21 Desember 2010

Fathimah Binti Muhammad Rasulullah SAW


Julukannya adalah al-Batuul, yaitu wanita yang memutuskan hubungan dengan yang lain untuk beribadah atau tiada bandingnya dalam keutamaan ilmu, akhlaq, budi pekerti, kehormatan dan keturunannya.
Lahir bersamaan dengan terjadinya peristiwa agung yang menggoncangkan Makkah, yaitu peristiwa peletakkan Hajarul Aswad disaat renovasi Ka`bah.

Beliau adalah anak yang paling dicintai oleh keluarganya, terutama ayahnya. Sebagaimana tampak dalam ucapan Rasulullah SAW ,:"Fathimah adalah bagian dariku, aku merasa susah bila ia bersedih dan aku merasa terganggu bila ia diganggu".(Ibnu Abdil Barr, Al-Isti`ab). Dalam hadits lain diriwayatkan "Barang siapa telah memarahinya berarti telah memarahiku". (H.R.Muslim)

Ketika Fathimah beranjak dewasa, Abu Bakar dan Umar bergiliran untuk meminangnya namun Rasulullah SAW dengan halus menolaknya. Dan kemudoan ia dinikahkan Rasulullah SAW dengan Ali bin Abi Thalib ra dengan mahar berupa baju besi pemberian Rasul atas perintah Allah SWT . Ali bin Abi Thalib ra.bercerita bahwa disaat ia menikahi Fathimah, tiada yang dimilikinya kecuali kulit kambing yang dijadikan alas tidur pada malam hari dan diletakkan di atas onta pengangkut air pada siang hari.

Kemudian Rasulullah SAW membekali Fathimah dengan selembar beludru, bantal kulit yang berisi sabut, dua buah penggiling dan dua buah tempayan air. Saat itu mereka tak memiliki pembantu, maka Fathimahlah yang menarik penggiling itu hingga membekas ditangannya, mengambil air dengan tempat air dari kulit biri-biri hingga membekas dipundaknya dan menyapu rumah hingga pakaiannya terkotori oleh asap api.

Manakala Ali mengetahui bahwa Rasulullah SAW memperoleh banyak pelayan, ia berkata kepada Fathimah agar meminta kepadanya seorang pelayan. Namun Rasulullah SAW tidak mengabulkannya dan sebagai gantinya beliau mengajarinya beberapa kalimat do`a, yaitu membaca tasbih, tahmid dan takbir, masing-masing 10x setelah sholat dan mengajarkan untuk membaca tasbih 30x, tahmid 30x dan takbir 34x ketika hendak tidur. Dari pernikahan Ali dan Fathimah, Rasulullah SAW memperoleh 5 orang cucu, Hasan, Husein, Zainab, Ummi Kultsum dan yang satu meninggal ketika masih kecil.

Cinta Rasulullah SAW kepada Fathimah terlukis dalam sebuah hadits dari Musawwar bin Mughromah, ia berkata "Aku mendengar Nabi SAW berkata ketika Beliau sedang berdiri dimimbar :"Sesungguhnya Bani Hasyim bin Mughirah meminta izin kepadaku agar menikahkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib, aku tidak mengizinkan mereka. Kemudian tidak aku izinkah kecuali bila Ali menceraikan putriku dan menikah dengan putri-putri mereka. Sesungguhnya Fathimah adalah bagian dariku, meragukanku apa yang meragukannya dan menyakitiku apa yang menyakitinya."(H.R Ash-Shohihain)

Fathimah telah meriwayatkan hadits Nabi SAW sebanyak 18 buah. Beliau wafat pada usia 29 tahun dan dikebumikan di Baqi`pada selasa malam, 3 Ramadhan 11 H. Wallahu A`lam bish-Showab.

(disarikan dari Shifatus Shofwah, Ibnu Jauzi:Min `Alamin Nisa',M.Ali qutfb: Nisa Khaula Rasul, M.Ibrahim Sulaiman).

Senin, 20 Desember 2010

ZAINAB BINTI JAHSY BIN RI`AB r.a

Istri Nabi yang paling banyak sedekahnya

Zainab binti Jahsy adalah putri dari bibi Rasulullah yang bernama Umaymah binti Abdul Muthalib bin Hasyim. Zainab adalah seorang wanita yang cantik jelita dari kaum bangsawan yang terhormat. Dipandang dari ayahnya, Zainab adalah keturunan suku Faras yang berdarah bangsawan tinggi.

Ia dinikahkan Rasulullah dengan anak angkat kesayangannya Zaid bin Haritsah. Tetapi pernikahan itu tidak berlangsung lama, mereka akhirnya bercerai. Kemudian Allah memerintahkan Nabi Muhammad S.A.W untuk menikahi Zainab. "Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya ( menceraikannya ). Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu`min untuk ( mengawini ) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adapun ketetapan Allah itu pasti terjadi." (Q.S.33:37 )

Bukhori meriwayatkan dari Anas, Zainab sering berkata, "Aku berbeda dari istri-istri Rasulullah S.A.W yang lainnya. Mereka dikawinkan oleh ayahnya, atau saudaranya, atau keluarganya, tetapi aku dikawinkan Allah dari langit."

Zainab adalah seorang wanita berhati lembut dan penuh kasih sayang, suka menolong fakir miskin dan kaum lemah. Dia senang sekali memberi sedekah, terutama kepada anak yatim.
Rasulullah pernah bersabda kepada istrinya, "Yang paling dahulu menyusulku kelak adalah yang paling murah tangannya." Maka berlomba-lombalah istri beliau memberikan sedekah kepada fakir miskin. Namun tak ada yang bisa mengalahkan Zainab dalam memberikan sedekah. Dari Aisyah r.a berkata, "Zainab binti Jahsy adalah seorang dari istri-istri Nabi yang aku muliakan. Allah S.W.T menjaganya dengan ketaqwaan dan saya belum pernah melihat wanita yang lebih baik dan lebih banyak sedekahnya dan selalu menyambung silaturahmi dan selalu mendekatkan dirinya kepada Allah selain Zainab."

Mengapa ?, apakah karena Rasulullah memberikan belanja yang berlebih terhadap Zainab ? Tidak, Rasulullah S.A.W tidak pernah berbuat seperti itu. Lalu dari manakah Zainab mendapatkan uang untuk sedekah ? Ia memiliki berbagai macam keahlian. Ia bisa menyamak kulit, memintal serta menenun kain sutra, hasilnya dijual dan disedekahkan. Hal itulah yang menyebabkan wanita cantik istri Rasulullah ini bersedekah lebih banyak dari yang lainnya.
Setelah Rasulullah wafat, Zainab memperbanyak usahanya, agar bisa melipat gandakan uang yang diterimanya. Ketika ia mendapat bagian harta dari Baitul Mal dimasa kholifah Umar r.a dia berdoa, "Ya Allah janganlah harta ini penyebab fitnah." Segera ia bagikan harta itu kepada yatim piatu dan fakir miskin. Mendengar itu Umar r.a mengirim lagi, tetapi Zainab membagi - bagikannya lagi kepada yatim piatu dan fakir miskin. Wanita pemurah itu wafat pada tahun 44 H pada masa Kholifah Muawiyah. Wallahu a`lam.

( Disarikan dari Shifatush Shofwah, Ibnu Jauzi dan Qishhshu An-Nisa Fi Al Qur`an Al-Karim, Jabir Asyyaal )

Minggu, 19 Desember 2010

Khadijah Binti Khuwailid, Tokoh muslimah paling berpengaruh

Dari: "Tokoh-tokoh Wanita di Sekitar Rasulullah SAW" karangan Muhammad Ibrahim Saliim.

Tatkala Nabi SAW mengalami rintangan dan gangguan dari kaum lelaki Quraisy, maka di sampingnya berdiri dua orang wanita. Kedua wanita itu berdiri di belakang da'wah Islamiah, mendukung dan bekerja keras mengabdi kepada pemimpinnya, Muhammad SAW : Khadijah bin Khuwailid dan Fatimah binti Asad. Oleh karena itu Khadijah berhak menjadi wanita terbaik di dunia.

Bagaimana tidak menjadi seperti itu, dia adalah Ummul Mu'minin, sebaik-baik isteri dan teladan yang baik bagi mereka yang mengikuti teladannya.

Khadijah menyiapkan sebuah rumah yang nyaman bagi Nabi SAW sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika merenung di Gua Hira'. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepadanya ketika Nabi SAW berdoa (memohon) kepada Tuhannya. Khadijah adalah sebaik-baik wanita yang menolongnya dengan jiwa, harta dan keluarga. Peri hidupnya harum, kehidupannya penuh dengan kebajikan dan jiwanya sarat dengan kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa."

Kenapa kita bersusah payah mencari teladan di sana-sini, pada- hal di hadapan kita ada "wanita terbaik di dunia," Khadijah binti Khu- wailid, Ummul Mu'minin yang setia dan taat, yang bergaul secara baik dengan suami dan membantunya di waktu berkhalwat sebelum diangkat men- jadi Nabi dan meneguhkan serta membenarkannya.

Khadijah mendahului semua orang dalam beriman kepada risalahnya, dan membantu beliau serta kaum Muslimin dengan jiwa, harta dan keluarga. Maka Allah SWT membalas jasanya terhadap agama dan Nabi-Nya dengan se- baik-baik balasan dan memberinya kesenangan dan kenikmatan di dalam is- tananya, sebagaimana yang diceritakan Nabi SAW, kepadanya pada masa hi- dupnya.

Ketika Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW, dia berkata :"Wahai, Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan." [HR. Bukhari dalam "Fadhaail Ashhaabin Nabi SAW. Imam Adz-Dzahabi berkata :"Keshahihannya telah disepakati."]

Bukankah istana ini lebih baik daripada istana-istana di dunia, hai, orang-orang yang terpedaya oleh dunia ?

Sayidah Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang bergabung dengan rombongan orang Mu'min yang orang pertama yang beriman kepada Allah di bumi sesudah Nabi SAW.

Sabtu, 18 Desember 2010

Winning on Competition with Fitting Strategy

Kompetisi adalah satu hal yang lumrah. Apa yang membuat Anda tetap survive hingga saat ini? Pasti ada saja momentum yang membuat Anda harus memenangi persaingan. Ya apa iya? Sedangkan Anda mungkin tidak sadar telah melaluinya.

Menurut saya, sah-sah saja berkompetisi. Asal... kita berkompetisi dengan fair. Cheating udah gak jaman... kalau masih menganut aliran itu, siap-siap tanggung resikonya aja. Ya... itu semua kembali pada pribadi masing-masing. Biar bersaing secara fair, kita masih bisa menang kok!

Apa kuncinya? Mau Tahu?

Kuncinya adalah strategi. Strategi memungkinkan kita untuk bertindak efektif dan efisien dalam memenangi kompetisi. Saya ambil contoh, kampanye calon Presiden, sebagai incumbent, seorang calon akan dengan mudahnya membranding diri. Apalagi jika pemerintahan yang dipimpin sebelumnya meraih prestasi dan didukung oleh rakyat.

Nah... mau tahu lebih banyak strategi memenangi persaingan? Silahkan download e-book ini di sini. Gratis!

Semoga bermanfaat


Jumat, 17 Desember 2010

Life for love


Love, istilah yang didefinisikan sebagai wujud kecenderungan manusia untuk berkorban dan memberikan yang terbaik (Anonymous).
Live for love membuat hidup menjadi lebih bermakna. Coba kalau live not for love, jadinya?

Perang... Penindasan... Pemberontakan... All anarchy activity

Buat anda, saya, dan seluruh manusia tentunya menginginkan love. Terkecuali yang live not for love dan hatinya telah mati. Jadi, love memberikan makna positif yang diinginkan oleh semua orang.

(Renungan singkat 01)

Kamis, 16 Desember 2010

Nikmatnya buah keikhlasan, Mau?...


Assalamu'alaikum, saudara
Terkadang kita berpikir begitu lama untuk memulai sebuah perbuatan baik. Namun tanpa kita sadar, pada momentum itulah perhatian Sang Khalik berlalu meninggalkan kita. Bagaimana tidak? Allah azza wa jalla dengan kasih sayang-Nya dapat menyegerakan nikmat kepada makhluk-Nya, lalu mengapa kita sebagai makhluk-Nya terkadang begitu berat untuk menyegerakan berbuat kebaikan? Padahal Allah senang melihat hamba-Nya bersegera dalam perbuatan baik, dengan ketulusan hati dan berharap kasih sayang-Nya. Akan rugi sekali, bagi orang yang berbuat baik namun masih pikir-pikir bahkan berpikir untung rugi. Na'udzubillah
Ingatlah, bahwa nikmat Allah tidak akan ada habisnya. Maka mengapa kita harus pikir-pikir untuk bersegera dalam berbuat baik. Sebaik-baik perbuatan itu adalah bersedekah. Dengan bersedekah, Allah mengalirkan nikmat-Nya kepada kita. Bila dilogikakan, seperti uang jajan kita. Orang tua bisa saja tidak memberikan uang jajan ketika mengetahui bahwa persediaan uang jajan kita masih cukup. Padahal Orang tua kita mengharapkan agar uang itu dapat digunakan seoptimal mungkin. Kenyataannya kita malah pelit terhadap diri sendiri. Seperti itulah sedekah memberikan kemudahan pada kita untuk mendapatkan nikmat Allah. Wallahu'alam

Rabu, 15 Desember 2010

Part of Life

Makna kehidupan senantiasa mengalir dengan segala problematikanya. Terkadang kehidupan memunculkan riak-riak kecil bahkan gelombang yang sangat besar, yang mampu menghempaskan segala sesuatu termasuk kita yang menjalani kehidupan tersebut.

Di sisi lain, hidup dapat berubah menjadi aliran yang sangat tenang dan mendatangkan kesejukan bagi siapa pun.


Makna kehidupan bagi kita adalah makna hari-hari yang telah lalu. Ketika hari-hari kita diwarnai dengan nilai-nilai kebaikan maka keberuntunganlah yang menyapa, begitu pula sebaliknya.

Namun tidak sedikit dari kita yang memaknai setiap perputaran waktunya dengan kesia-siaan bahkan tidak mampu mencapai kebahagiaan yang hakiki.

Apa yang terjadi dengan mereka?


Seharusnya kita sadar akan keadaan yang terdapat di dalam kehidupan kita masing-masing. Semua keadaan yang terjadi merupakan buah dari apa yang selama ini kita perjuangkan dalam kehidupan kita.

Ketika perjuangan tak lagi mampu mengantarkan kita kepada kesuksesan maka yang diperoleh pun tidak jauh-jauh dari keadaan tersebut. Wallahu'alam

Selasa, 14 Desember 2010

Ketika Krisis Menghampiri...

Ketika saya ditanya oleh rekan kuliah saya "kapan seminar?", raut wajah ini seketika dingin tak berekspresi mencari jawaban sebagai alasan untuk menutupi kenyataan bahwa saya belum mampu menyelesaikan skripsi yang seharusnya telah selesai beberapa bulan yang lalu. Lalu jawaban yang terlontar hanyalah sebuah apology yang setidaknya menghibur diri dan meyakinkan kepada rekan-rekan saya yang melontarkan pertanyaan pragmatis itu.

Ketika waktu yang telah kita tetapkan mendekati atau telah terlampaui dan ternyata kita belum mampu mencapai apa yang telah menjadi target, adalah sebuah catatan yang harus dievaluasi dengan pikiran jernih dan hati yang lapang. Karena seringkali kita lari dari kenyataan yang seharusnya kita hadapi dengan kedewasaan berpikir dan bertindak. Sejauh yang saya alami dengan ilustrasi diatas merupakan sebuah evaluasi besar mengapa hal tersebut terjadi pada saya? Padahal saya bukanlah seseorang yang tidak paham dengan manajemen waktu dan derivasinya. Motivasi internal dalam diri saya juga tak kalah kuat dibandingkan motivasi eksternal dengan mencontoh semangat rekan-rekan yang telah lebih dulu menyelesaikan skripsinya.

Bisa jadi terlalu banyak tuntutan dalam diri ini yang tidak mampu untuk dipenuhi. Tuntutan agar mengedepankan perfeksionisme selalu melemahkan tuntutan untuk menyegerakan suatu pekerjaan. Terlalu banyak kekhawatiran ini dan itu yang semakin menguat dengan asumsi-asumsi negatif terhadap masalah yang dihadapi. Hal-hal itulah yang menyebabkan potensi diri ini semakin tenggelam dalam keterpurukan. Keputusasaan memang bisa dihindari tetapi beratnya beban yang harus ditanggung akibat permasalahan yang tidak tuntas, membuat energi terkuras habis hanya untuk memikirkannya. Siapa yang tidak tenang jika dihadapkan pada deadline namun pekerjaan belum tuntas?

Masih menjadi pertanyaan saya ketika masalah ini tetap belum bisa diselesaikan dan jawabannya harus segera saya temukan. Apakah jawaban itu memang ada?

(Dipublikasikan pertama kali pada 6 September 2008)



Jumat, 27 Agustus 2010

Jalan Berliku Kehidupan, inspiring story


Alkisah, seorang
pertapa tua, sedang dalam perjalanan pulang nya ke tempat pertapaan nya di
lereng gunung malabar bandung selatan. Ia naik kendaraan yg dikemudian seorang
anak muda. Jalan dari kota Bandung menuju kota Pangalengan di lereng gunung
malabar, adalah jalan pegunungan bertepikan lembah dalam, penuh kelokan dan
tanjakan, cukup melelahkan berkendaraan melewatinya, tapi keindahan alam
sekitarnya dan udara yg segar membuat resah hati jadi sirna.

Namun tak begitu
bagi supir muda yg membawa kendaraan tersebut, jalan yang berliku dan menanjak,
membuat kendaraan tak bisa berjalan cepat, apalagi banyak kendaraan truk besar
pembawa sayuran dan susu sapi menuju pangalengan berjalan lambat. Sang supir
muda selalu mengeluh sepanjang jalan. Eghhh, payah nih truk jalan nya lambat
sekali, asap knalpotnya hitam kelam lagi, membawa bau knalpot. Mau disusul juga
susah karena jalan penuh kelokan tajam.

Sekali waktu
jalanan agak kosong dan lebar, sempat pula ia menyusul truk pembawa sayuran
tersebut. Ahhh lega juga sudah bisa menyusul truk lambat tersebut, katanya...,
sang pertapa tua hanya bisa tersenyum saja mendengar ucapan sang supir muda
tersebut. Tak lama kemudian , ternyata di depan ada lagi truk besar pembawa
peralatan projek geothermal wayang windu yg berjalan lambat, bukan hanya 1,
tapi ada 3 jalan beriringan, ahh payah nih, kata supir muda, jadi lambat lagi
nih jalan mobil kita katanya, susah menyusul 3 truk sekaligus, apalagi
knalpotnya mengeluarkan asap hitam pekat, sengsara pisan, katanya putus asa.

Begitulah
sepanjang perjalanan sang supir muda selalu mengeluh, pemandangan alam yg indah
di jalanan yg menyusuri lembah besar diantara gunung malabar dan gunung tilu,
tak bisa mengobati kegelisahan nya. Karena gelisah dan mengeluh, iapun sering
tak konsentrasi penuh saat mengemudi, sehingga sekali2 jalan kendaraan nya
cukup membahayakan karena nya.

Sang pertapa tua
pun berkata, wahai anak muda, baiknya kita berhenti sejenak di warung pinggir
jalan, biar kubelikan kau segelas kopi dan sepiring pisang goreng hangat,
supaya pikiran mu tenang dan selamat juga kita dalam berkendaraan ini.

Sang supir muda
pun, mengiyakan nya, ’’baik deh, pak tua, kita berhenti sejenak di warung,
daripada mengekor terus truk2 besar tersebut. Baik nanti kita berhenti di
warung kopi ceu dati langganan ku, setelah jalan belokan di depan.

Akhirnya mereka
pun beristirahat di warung kopi ceu dati, warung di pinggir jalan yg rimbun
dengan pepohonan dan di belakang nya ada kolam ikan.

Duduklah sang
pertapa tua dengan supir muda tersebut di sebuah meja di pinggir kolam.
Kemudian datanglah si neng , anak ceu dati , mojang priangan cantik khas desa,
yang sering digoda sang supir muda, eh si neng, kumaha damang neng ? ,tambih
geulis wae nya (eh si neng, gemana kabarnya, tambah cakeup aja yah ) kata sang
supir muda menggoda, si neng hanya tersenyum malu mendengar ucapan sang supir
muda.

Sang pertapa tua
hanya tersenyum saja melihat kelakuan sang supir, yah begitulah kelakukan anak
muda, mengingatkan juga pada masa muda nya dulu...

Neng minta kopi 2
gelas yah, terus juga keluarkan gorengan nya, pisang goreng dan singkong rebus, kata guru tua pada pelayan warung tsb, tolong
siapkan juga garam dan segelas air putih. Mangga aki kata si neng. ( note aki =
kakek )

Lho, kok minum
kopi dg garam, apa enak nya kata supir muda tsb ?

Bukan begitu anak muda, sambil menunggu kopi panas, saya
ingin menunjukkan sesuatu pada mu.

Sang pertapa tua
pun mengambil segenggam garam dan
memasukkan ke dalam segelas air putih tersebut, coba minum anak muda, bagaimana
rasanya ?

Sang supir muda
pun, bingung dengan perintah tersebut, tapi ia coba juga ingin tahu apa sih
maksud guru tua tsb.

Yah, asin sekali
lah rasanya, kata anak muda tsb, sambil meludahkan lagi air tersebut ke tanah
di luar warung..., si neng erna yg dari tadi melihatnya dari balik tirai,
tersenyum geli melihatnya.

Wahai anak muda,
sekarang marilah kita pergi ke kolam yang jernih airnya di belakang warung kopi
ini, maka pergi lah sang guru tua dan anak muda tadi ke kolam di belakang
warung tsb, sambil membawa segenggam garam. Ngapain lagi yah, mereka ayak ayak
wae, ( ada ada saja) kata si neng yg melihat kelakuan mereka dari kejauhan.

Orang tua
tersebut menaburkan kemudian segenggam garam yang dibawanya tadi ke dalam kolam
tersebut.

nah , anak muda,
coba sekarang kamu ambil dg telapak tangan mu segenggam air kolam tsb dan
rasakan, apakah rasanya ?

tidak terasa apa
apa, pak tua , kata anak muda, nggak ada rasa asin nya.

Sang pertapa tua
pun kemudian menjelaskan nya, wahai anak muda, garam di gelas tadi dan garam di
kolam ini, jumlah nya sama, segenggam tangan ku ini, tapi bisa berbeda rasanya,
tahu kenapa ? , karena air di kolam ini
jauh lebih banyak dari pada air di gelas tadi.

Air di kolam ini
tak terasa asin nya , karena airnya berada di kolam yg luas yang jauh lebih
banyak daripada air di dalam gelas tadi. Dalam air di gelas yg kecil, rasa
garam sangat terasa beda dengan garam di kolam tsb.

Hmm, begitu yah,
kata anak muda, yah kalau gitu mah saya juga ngerti pak tua, terus apa
maksudnya ini semua ? aneh aneh aja nih bapak tua kita ini , ujarnya.

Wahai anak muda,
apa yg terjadi itu, mengenai rasa garam yg berbeda, adalah gambaran dari apa yg
kita hadapi sehari hari.

Masalah sehari2
yg kita hadapi terasa berat, kalau kita hadapi dengan hati yg sempit, namun
masalah yang sama akan terasa ringan, kalau kita hadapi dengan hati yang lapang
pula. Air dalam gelas kecil adalah gambaran hati yg sempit, sedangkan air di
kolam yg luas adalah gambaran dari hati yg luas pula. Bila dada kita lapang,
hati kita jernih, pikiran kita luas, maka masalah apapun yg terjadi, bisa kita
hadapi dengan lapang pula, seperti tak terasanya garam di kolam yang luas
tersebut.

Seperti keluhan
mu tadi sepanjang jalan, karena jalanan mu terhambat oleh kendaraan2 besar,
bila kau terus mengeluh, hanya membuat dirimu tertekan tak menyelesaikan
masalah, malah bisa membahayakan kita semua, karena engkau akhirnya membawa
kendaraan dengan tidak aman, ujar sang guru tua, sang anak muda pun
mendengarkan nya sambil mengangguk angguk, benar juga nih kata orang tua ini.

Mengingat jalanmu
tadi yg sering terhambat kendaraan besar, sampai dimanapun kamu akan selalu
menemui kendaraan, bila telah bisa menyusul satu kendaraan, akan ada lagi
kendaraan lain di jalan selanjutnya yg menghambat laku kendaraanmu, begitulah
seterusnya, karena bila berada di jalan, pasti kita bertemu dengan kendaraan
lain, itu semua baru berhenti bila kendaraanmu sampai. Terimalah kenyataaan
tersebut, demikianlah namanya kehidupan selalu ada masalah.

Semuanya kembali
pada kita bagaimana melihat masalah tersebut, itulah perlu nya pikiran yg jernih dan hati yg lapang, seluas
kolam tadi dimana segenggam garam pun jadi tak terasa. Cobalah selalu
berpikiran positif, nikmati saja perjalanan ini, lihatlah betapa indahnya
pemandangan sepanjang jalan pegunungan ini, pohon2 yg rindang, dibawah tampak
kebun, sawah dan kolam terhampar indah, burung2 pun terbang riang diantara
pucuk2 pohon pinus, betapa indahnya.... ,
Sesungguh setelah kesulitan, akan datang kemudahan ( Al QurĂ¡n )

Hati yang lapang,
pikiran yang jernih dan selalu berpikir positif, akan menjadi teman terbaik
dalam menempuh perjalanan hidup berliku, yang hanya sekali kita lalui ini...

Cari Inspirasi Sambil Ngabuburit


Nah… sambil ngabuburit enaknya cari inspirasi apa ya?

Inspirasi tulisan aja lebih enak kayaknya. Kalau inspirasi menu berbuka mah... urusan master koki di rumah he he...

Tulisan kali ini mengupas kondisi sosial masyarakat kita, yang saat ini sedang diresahkan dengan angka perampokan yang semakin meningkat. Rupanya para perampok tahu betul timingnya beraksi. Ya iyalah...

Lantas apa urusannya dengan qta?

”Masih untung ngga’ dirampok, apalagi mikirin masalah gituan. Bikin ngeri, hiii...”
Nah... ini nih orang yang apatis. Cuek sama kondisi masyarakat disekitarnya.

”Yang penting gue ngga’ kenapa kenapa”, hayo... ada yang mau ngeless?

Bukannya su’udzon, karena memang inilah potret individu dalam masyarakat kita. Diakui atau tidak, semakin berkembangnya masyarakat khususnya di kota, bisa menimbulkan kerumitan masalah.

Masyarakat yang tadinya aman dan tentram, terusik oleh tamu yang membuat keruwetan di masyarakat. Hal ini terjadi karena kurangnya sense of social dalam bermasyarakat. Walaupun terdapat banyak individu, tidak mampu menciptakan kebersamaan.

Nah... tambah ngaco aja

Inilah yang membuat masalah kriminalitas dengan mudah mengobrak abrik keamanan dan ketentraman masyarakat. Sehingga dengan sendirinya masyarakatlah yang dirugikan.
Kalau sudah kayak gini ujung-ujungnya pasti saling tuding.

Hanya mengandalkan polisi aja ndak cukup...

Butuh kemitraan antara polisi dan masyarakat dalam mengatasi masalah kriminalitas ini.

Yup! Untuk mengatasi masalah kriminalitas dibutuhkan kemitraan antara polisi dan masyarakat. Ini juga untuk kepentingan bersama, agar masyarakat kembali aman dan tentram. Wallahu’alam