Selasa, 14 Desember 2010

Ketika Krisis Menghampiri...

Ketika saya ditanya oleh rekan kuliah saya "kapan seminar?", raut wajah ini seketika dingin tak berekspresi mencari jawaban sebagai alasan untuk menutupi kenyataan bahwa saya belum mampu menyelesaikan skripsi yang seharusnya telah selesai beberapa bulan yang lalu. Lalu jawaban yang terlontar hanyalah sebuah apology yang setidaknya menghibur diri dan meyakinkan kepada rekan-rekan saya yang melontarkan pertanyaan pragmatis itu.

Ketika waktu yang telah kita tetapkan mendekati atau telah terlampaui dan ternyata kita belum mampu mencapai apa yang telah menjadi target, adalah sebuah catatan yang harus dievaluasi dengan pikiran jernih dan hati yang lapang. Karena seringkali kita lari dari kenyataan yang seharusnya kita hadapi dengan kedewasaan berpikir dan bertindak. Sejauh yang saya alami dengan ilustrasi diatas merupakan sebuah evaluasi besar mengapa hal tersebut terjadi pada saya? Padahal saya bukanlah seseorang yang tidak paham dengan manajemen waktu dan derivasinya. Motivasi internal dalam diri saya juga tak kalah kuat dibandingkan motivasi eksternal dengan mencontoh semangat rekan-rekan yang telah lebih dulu menyelesaikan skripsinya.

Bisa jadi terlalu banyak tuntutan dalam diri ini yang tidak mampu untuk dipenuhi. Tuntutan agar mengedepankan perfeksionisme selalu melemahkan tuntutan untuk menyegerakan suatu pekerjaan. Terlalu banyak kekhawatiran ini dan itu yang semakin menguat dengan asumsi-asumsi negatif terhadap masalah yang dihadapi. Hal-hal itulah yang menyebabkan potensi diri ini semakin tenggelam dalam keterpurukan. Keputusasaan memang bisa dihindari tetapi beratnya beban yang harus ditanggung akibat permasalahan yang tidak tuntas, membuat energi terkuras habis hanya untuk memikirkannya. Siapa yang tidak tenang jika dihadapkan pada deadline namun pekerjaan belum tuntas?

Masih menjadi pertanyaan saya ketika masalah ini tetap belum bisa diselesaikan dan jawabannya harus segera saya temukan. Apakah jawaban itu memang ada?

(Dipublikasikan pertama kali pada 6 September 2008)



0 komentar: