Kamis, 16 Desember 2010

Nikmatnya buah keikhlasan, Mau?...


Assalamu'alaikum, saudara
Terkadang kita berpikir begitu lama untuk memulai sebuah perbuatan baik. Namun tanpa kita sadar, pada momentum itulah perhatian Sang Khalik berlalu meninggalkan kita. Bagaimana tidak? Allah azza wa jalla dengan kasih sayang-Nya dapat menyegerakan nikmat kepada makhluk-Nya, lalu mengapa kita sebagai makhluk-Nya terkadang begitu berat untuk menyegerakan berbuat kebaikan? Padahal Allah senang melihat hamba-Nya bersegera dalam perbuatan baik, dengan ketulusan hati dan berharap kasih sayang-Nya. Akan rugi sekali, bagi orang yang berbuat baik namun masih pikir-pikir bahkan berpikir untung rugi. Na'udzubillah
Ingatlah, bahwa nikmat Allah tidak akan ada habisnya. Maka mengapa kita harus pikir-pikir untuk bersegera dalam berbuat baik. Sebaik-baik perbuatan itu adalah bersedekah. Dengan bersedekah, Allah mengalirkan nikmat-Nya kepada kita. Bila dilogikakan, seperti uang jajan kita. Orang tua bisa saja tidak memberikan uang jajan ketika mengetahui bahwa persediaan uang jajan kita masih cukup. Padahal Orang tua kita mengharapkan agar uang itu dapat digunakan seoptimal mungkin. Kenyataannya kita malah pelit terhadap diri sendiri. Seperti itulah sedekah memberikan kemudahan pada kita untuk mendapatkan nikmat Allah. Wallahu'alam

1 komentar:

Mas Nugroho mengatakan...

Kisah mengharukan...
Saat aku dapat berbuat untuk orang lain dan ia pun tersenyum penuh arti, untuk sebuah kalimat "terima kasih"