Selasa, 11 Oktober 2011

Ini Ceritaku, Mana Ceritamu? Ceritakanlah!

Kejenuhan menderaku, harus bagaimana?



Rutinitas pekerjaan membuatku merasa jenuh. Mungkin memang salahku, yang terlalu nyaman dengan rutinitas dan lupa akan tujuan hidupku yang sebenarnya. Bahwa pekerjaan itu lebih dari sekedar rutinitas. Di dalamnya ada visi dan misi yang harus diwujudkan. Ada niatan mulia yang harus direalisasikan.

Kenyataannya, bekerja malah membawaku jauh dari pencapaian visi dan misi. Adakah yang salah?

Salahku, yang tidak mampu menjaga konsistensi. Visi dan misi senantiasa berubah, walaupun sebenarnya tidak ada yang berubah substansinya. Namun karena sibuk mengutak atik itulah, yang akhirnya membuatku jalan di tempat. Tidak ada yang bisa dievaluasi karena tujuan selalu berubah ubah.

Kalau sudah begini, yang bisa dilakukan cuma menata ulang langkah pencapaian visi dan misi. Tidak ada lagi aktivitas mengutak atik visi dan misi, karena visi dan misi yang ada sekarang ini harus diwujudkan terlebih dulu.

Nah... Detik ini juga, tulisan ini menjadi saksi momentum bersejarah bagiku. Momentum untuk menggapai kesuksesan yang telah aku canangkan. Kesuksesan dalam membangun kehidupan pribadi, keluarga dan sosial yang lebih baik. Baik di dunia, juga baik untuk akhirat. Wallahua'lam

Think, do and be positive

Senin, 24 Januari 2011

Press release


Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirobbil‘alamin, dengan izin Allah Subhanahu Wata’ala telah berlangsung pernikahan kami, Nugroho Tejo Mukti, S.Pi & Nunik Maya Sari dengan lancar tanpa kendala yang cukup berarti.

Pertemuan yang tidak pernah dinyana (baca terpikirkan) sebelumnya, memberikan hikmah yang begitu indah yaitu misteri takdir Allah Subhanahu Wata’ala, yang manusia manapun tidak akan pernah tahu.

Rekan-rekan tentu memahami bahwa jalan jodoh manusia menjadi rahasia Allah Subhanahu Wata’ala. Namun kondisi ini tidak menutup pintu ikhtiar bagi yang ingin menjemput jodohnya.

Patut menjadi suri tauladan kita semua, pernikahan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan para salafush sholeh yang dijalani dalam bingkai kesucian dengan memurnikan syariat, dan mengedepankan aspek tawakal dalam meraih Ridho Allah Subhanahu Wata’ala.

Pernikahan seperti inilah yang mendatangkan keberkahan dan tidak berakhir pada pemenuhan hasrat cinta semata. Apalagi yang dicari, jika bukan keberkahan sebuah pernikahan? Dengan keberkahan maka pencapaian rumah tangga sakinah mawaddah warahmah adalah keniscayaan.

Semoga pesan moral ini bisa menjadi perenungan rekan-rekan yang masih melajang maupun yang asyik masyuk menjalin hubungan pra nikah, akan lebih indah jika jalinan pernikahan diawali dengan kesucian niat untuk meraih Ridho Allah Subhanahu Wata’ala.

Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memberikan hidayah kepada kita semua. Jazzakumullah khairan katsir atas do’a restu dari rekan-rekan sekalian.

Blitar, 23 Januari 2011

ttd.

Nugroho Tejo Mukti S.Pi

Dedikasi untuk istri tercinta Nunik Maya Sari